H2C Islam Yang Tak Sempurna
29 Juni 2009Islam sebagai Din(aturan,wilayah,keuasaan,hukum,system)/agama menurut bhs sangsekerta yang sudah umum dipahami oleh kita, dimana adanya aktifitas yang mengagungkan (taqdis) terhadap sesuatu yang lebih besar diluar dirinya. Tetapi apakah betul Islam hanya sebuah din semata semisal:ibadah mahdah (shalat, zakat, puasa, haji, dzikir dan shadaqah) atau masalah akhlaq (hati). Sehingga muncul ungkapan: “Jangan libatkan agama dalam urusan politik!”, atau dalam kasus Inul: “Agama tidak ada hubungannya dengan seni, ini kebebasan berekspresi!”, atau slogan: “Islam yes, politik no!”, sehingga seolah-olah Islam silahkan dijalankan di mesjid-mesjid dan di luar mesjid jangan melibatkan Islam.
Islam tidak hanya sebatas agama tetapi juga merupakan sebuah sistem kehidupan (ideologi) yang sangat sempurna, Allah swt menciptakanmanusia tentu tidak akan lupa untuk menciptakan juga aturan yang dapat menyelamatkan manusia dari kesengsaraan didunia dan akhirat. Maha Suci Allah dari segala keterlupaan itu. Sebagai acuan untuk mengatur sistem kehidupan adalah Al-Quran dan sunnah.
Aku telah meninggalkan ditengah-tengah kalian dua perkara, kalian tidak akan pernah tersesat selamanya selama kalian berpegang teguh pada keduanya,yakni Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya (HR Imam Malik).
Untuk mengatur kehidupan ini, dapat diuraikan dalam 3 bagian:
1. Hubungan manusia dengan Tuhannya
a. Aqidah: bagaimana manusia mengenal Tuhannya (Tauhid), Muhammad saw utusan-Nya, Al-Quran sebagai kalamullah, dll.
b. Ibadah: shalat, puasa, zakat, haji, dzikir, shadaqah, dll.
2. Hubungan manusia dengan dirinya
a. Akhlaq: sikap moral, sabar, kasih sayang, dll.
b. Math’umat (makanan): keharaman babi, khamr, dll.
c. Malbusat (pakaian): menutup aurat
3. Hubungan manusia dengan manusia lainnya
a. Mu’amalat: perdagangan, industri, kesehatan, sosial, pendidikan, dll.
b. ‘Uqubat (sanksi): sanksi terhadap pelanggaran syari’at Islam seperti:had, qishash/jinayat, ta’zir dan mukhallafat
Dengan demikian Islam disamping sebuah agama juga sebuah sistem kehidupan, hanya saja sangat disayangkan sistem kehidupan yang sangat sempurna ini,telah terbukti keberhasilan penerapannya selama lebih 13 abad dan pasti benar karena berasal dari Allah swt, tidak bisa diterapkan ditengah-tengah kehidupan kita dan masih sebatas konsep (fikrah) belaka. Penerapannya masihsebatas ibadah, akhlaq, nikah atau waris, tetapi bagaimana dengan syari’at Islam yang lain?.
Jika kita fokus kepada masalah tauhid saja, maka kita baru menjalankan Islam disisi hubungan manusia dengan Tuhannya (aqidah). Jika kita fokus kepada dzikir saja, maka kita baru menjalankan Islam disisi hubunganmanusia dengan Tuhannya (ibadah). Jika kita fokus kepada masalah Ahlaq (hati) saja, maka kita baru menjalankan hubungan manusia dengan manusialain (akhlaq).
Tetapi bagaimana dengan syari’at Islam lainnya?; math’umat (makanan), malbusat (pakaian), mu’amalat (perdagangan, industri, kesehatan, sosial,pendidikan, dll), ‘uqubat (sistem sanksi atas pelaku kriminal), sudahkah kita memahami dan menjalankannya sesuai Islam?. Makanan sudah halalkah?,pakaian sudah menutup auratkah?, masih korupsikah?, masih menikmati bungaribakah?, untuk menghukum pelaku kriminal masih menggunakan hukum Belanda-kah?, dll.
Padahal Allah swt memerintahkan kita menjalankan Islam secara kaffah
(total), tidak mengambil sebagian dan mengabaikan sebagian besarlainnya.
Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam Islam secara kaffah,dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itumusuh yang nyata bagimu (Al-Baqarah 208).
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan hendakmembedakan antara Allah dan rasul-Nya itu, dan berkata: “Kami mempercayai sebagian dan kafir kepada yang lain”. Dan mereka bermaksud mencari jalan tengah (antara iman dan kafir). Mereka (yang bersikap demikian) itulah yang kafir tulen. kami menyediakan bagi orang-orang yang kafir azab yang berat(An-Nisa’ 150-151)
Padahal, tidak ada yang terbebas dari syari’at Islam kecuali 4 jenis manusia saja: anak kecil hingga baligh, orang gila hingga waras, orang tidur hingga bangun dan orang mati. Kita termasuk yang mana?, kalau bukan salah satu dari 4 jenis manusia tersebut maka kita wajib menjalankan syari’at Islam seutuhnya/kaffah.
Jika tidak diterapkan hukum-hukum Allah ini secara sempurna, maka kita hanya bisa H2C (harap-harap cemas) agar Allah swt tidak menimpakan adzabnya kepada kita, atau jangan-jangan kita telah mengalaminya saat ini.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa
mereka disebabkan perbuatannya (Al-A’raf 96).
Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebahagian (akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (kejalan yang benar) (Ar-Rum 41).
Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebahagian (akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (kejalan yang benar) (Ar-Rum 41).
Jajakallah wallahu�alam
