Kenapa manusia tidak berfikir atau mempertanyakan kejadian diri ?
01 Juli 2009Assalamu’alaikum
Mari kita merenungkan/tafakur dengan segala kasih sayang Allah Sebagai Robb maha segalanya, sholawat serta salam smoga tercurah kepada Pemimpin baginda rasulullah dan sekaligus Pemimpin Revolusi islam sampai akhir Zaman dan semoga sampai kepada kita dan mudah2an ada satys pengakuan sebagai ummatnya.
mari kita sebagai manusia yang telah Allah berikan potensi yang sama dan tiada beda sedikitpun pada dasarnya oleh Allah dengan segala kelupaan yang Allah berikan
inilah bukti kongkrit manusia adalah mahluk yang bepotensi sama pada awalnya
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur" Qs; An-nahl :78
inilah dasar manusia dari zaman manusia pertama yang di lahirkan sampai sekarang kecuali Nabi adam dan siti hawa yang langsung penciptaan-nya Oleh Allah tanpa mekanisme proses biologis.
lalu buat apa potensi Allah berikan yaitu untuk bersyukur artinya memfungsikan potensi sesuai dengan perintah Allah saja untuk memahami dan mengaktualisasikan wahyu allah (Al-qur’an) karena sebagai pedoman hidup manusia= hudal linas.
dan ini bukan konteks kepada mahluk selain manusia dan tidak sebatas organ tubuh atau indra karena binatangpun punya mata,punya telinga dan ada hatinya.
karena segala sesuatu yang allah ciptakan ada maksud dan tujuan yang benar, dan akan berakhir sesuai dengan pernyataan Allah Qs: Ar-rum:8
"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya."
ini adalah statment allah sebuah pertanyaan dari Allah kepada mahluk yang namnya manusia.
kenapa ada pertanyaan loginya ada yang di pertanyakan.
kenapa manusia tidak berfikir atau mempertanyakan kejadian diri kita,dan segala mahluk di bumi dan langit serta isinya ternyata ada tujuan yang benar sekalipun allah menciptakan virus h1n1. ini adalah kehendak allah bahkan tidak sedikitpun manusia yang bisa menjamah rencana allah baik dengan teknologi tercanggih pun, dan ada batasanya atau akan berakhir. tapi mayoritas manusia secara global benar-benar menolak,tidak yakin bahkan tidak mengimani akan berhadapan dengan Allah sebagai Robb (maha pengatur ,pemberi rizki, pemelihara dst)
sudah seharusnya kita diberi potensi oleh Allah di gunakan di jalan Allah dan jangan sampai kita termasuk kepada yang tidak bersyukur ini akan sangat berakibat fatal bagi kita sebagai manusia mahluk allah yang di beri amantpotensi tapi di salah gunakan bukan pada komposisinya.
sehingga tidak mencapai tujuan penciptaan manusia itu sendiri yaitu Qs; Adzariat:56
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu (mengabdikan diri kepada pemilik,pencipta manusia dan jin)"
Jika potensi di gunakan selain untuk benilai ibadah lantas apakah lawan ibadah sudah jelas maksiat sekecil apapun itu. dan jika tidak beribadah maka status kemanusiaanya di pertanyakan tentunya di hadapan Allah kelak.
jangan sampai mengundang penguncian potensi oleh Allah dan menghasilkan ending yang naudzu billah himin dzalik
coba kita telaah QS: Al-baqoroh:6-7
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman" (6)
"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat"(7)
jika Allah telah mengunci hati walahu a’lam bagaimana caranya entah itu bergelimangan dengan kemaksiatan,atupun penyakit akibat dari salah optimalisasi potensi tadi sehingga mengundang siksa dari allah.
kenapa mengundang ya karena tidak sesuai dengan yang di pesankan Allah.
inilah sebenarnya sebuah problematika manusia yang tidak sadar dengan potensi yang di berikan Allah kepada manusia.
"Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)" Al-isra:72
jazzakallah
posisikan diri kita mengotimalisasikan potensi titipan Allah, dan tidak mengundang penyalahgunaan potensi sehingga tidak jadi nilai ibadah dan benilai maksiat sehingga mengundang siksa dan menyesatkan dari jalan yang benar menurut Allah dan rasul-Nya.
*** Yang benar datangnya dari allah yang salah dari saya sebagai mahluk yang dhoif ****
wassalam
Tetap update tulisan dari Priyanto. S,Ckp di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

Rabu, 01 Juli 2009 03:48 WIB